Our beloved land, Indonesia is blessed by enormous natural resources. We tried to follow a path as a professional in enabling the potential of natural resources, started by briquette, coal until coconut timber. Full services of trading are professionally handled and carried out to bring you the best products from our country.
We cooperate with local people in every details of our business. Empowering the potential of natural and human resources in every area will help the progressivity of economic region. We dedicated this page for socio-cultural articles as a responsibility of our social commitment to the region. We will bring you features and photographs related to the region which is we are still and have explored.
Berawal dari sebuah sejarah tentang kebesaran nusantara ini, yang begitu melimpah sumber daya alam di negeri Indonesia.Kami memulai jejak langkah berbasiskan pada pendayagunaan potensi sumber alam Indonesia. Berawal dari Briket, Batubara hingga Kayu Kelapa, kami mulai berpikir secara strategis tentang pemanfaatan sumberdaya alam ini. Kami melakukan semua perjalanan bisnis ini dari hulu hingga hilir kami tangani dengan profesional dan membawa sebuah visi dan misi tentang kebesaran nusantara ini.
Oleh karena itu kami bekerja sama dengan penduduk lokal dalam setiap detail pengerjaan usaha bisnis kami. Dengan memberdayakan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia pada setiap sendi potensi sebuah wilayah akan ikut memajukan perekonomian negara. Halaman ini akan kami dedikasikan untuk artikel-artikel sosio-kultural baik dalam bentuk berita dan foto yang berkaitan dengan wilayah yang akan, sedang dan telah kami eksplorasi sebagai komitmen sosial kami pada lingkungan sekitar. Pada halaman ini kami akan bercerita dan bertutur, dengan versi kami tentunya- tentang bagaimana sebuah wilayah baik secara ekonomi dan sosio-kultural mengalami perkembangan secara signifikan atau kurang signifikan.
Serba-Serbi Pohon Kelapa Lisman Sumardjani Sihono Dwi Waluyo
Tanaman kelapa (Cocos nucifera) memiliki peran yang strategis bagi masyarakat Indonesia, bahkan tanaman kelapa termasuk sebagai komoditas sosial kedua setelah padi mengingat produknya merupakan salah satu dari sembilan bahan pokok masyarakat. Peran strategis demikian terlihat dari total areal 3.74 juta hektar,dan sekaligus sebagai areal perkebunan terluas dibandingkan dengan tanaman perkebunan lainnya33.
Pada tahun 2002areal kelapa di Indonesia seluas 3,7 ribu ha dan mampu berproduksi lebih dari 3 juta metrik ton. Dengan demikian Indonesia merupakan negara yang mempunyai areal tanaman kelapa terluas di dunia.Dari jumlah produksi tersebut, industri pengolahan kelapa perlu mendapat perhatian karena saat ini kita dapat melihat begitu banyaknya diversifikasi dari produk kelapa.Industri pengolahan kelapa di Indonesia yang produksinya nyata antara lain industri pengolahan minyak dari kopra dan kelapa segar, dessicated coconut, santan, arang tempurung, arang aktif, serat sabut, gula kelapa dan nata de coco. Industri minyak kelapa skala kecil berjumlah 4.352 unit usaha yang menyerap tenaga kerja 115.000 orang dengan nilai produksi sekitar 85 milyar. Untuk industri minyak kelapa/minyak goreng skala menengah berjumlah 49 perusahaan dengan kapasitas produksi 1 juta ton. Industri oleochemical berjumlah 6 perusahaan dengan menggunakan bahan baku CPO, PKI dan CNO yang menghasilkan asam lemak, gliserin, fatty alcohol dan metil ester.
Kelapa (Cocos nucifera L.) merupakan komoditas strategis yang memiliki peran sosial, budaya, dan ekonomi dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Manfaat tanaman kelapa tidak saja terletak pada daging buahnya yang dapat diolah menjadi santan, kopra, dan minyak kelapa, tetapi seluruh bagian tanaman kelapa mempunyai manfaat yang besar. Demikian besar manfaat tanaman kelapa sehingga ada yang menamakannya sebagai "pohon kehidupan" (the tree of life) atau "pohon yang amat menyenangkan" (a heaven tree) (Asnawi dan Darwis 1985). Kelapa selain dijuluki sebagai "pohon kehidupan", juga menamakannya sebagai "pohon surga". Kelapa merupakan tanaman tropis yang telah lama dikenal masyarakat Indonesia.
Pengaruh Suhu dan Lama Pengempaan pada Pembuatan Papan Partikel dari Batang Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) dengan Perekat Gambir (Uncaria gambir Roxb.) terhadap Sifat Papan Partikel
Influence of Temperature and Pressing Time on Particleboard Processing from Palm Oil Trunk (Elaeis guineensis Jacq.) and Gambir (Uncaria gambir Roxb.) Adhesive on Particleboard Properties.
Anwar Kasim, Yumarni dan Ahmad Fuadi
Abstract
Studi on the utilization of Palm oil trunk for particleboard with Gambir as adhesive was conducted in order to know the influence of temperature and pressing time to particleboard properties. Experiments were analyzed by factorial with completely randomized design in 4 temperatures (140ºC, 145ºC, 150ºC and 155ºC) and 4 pressing times (10 min., 12.5 min., 15 min., and 17.5 min.). Particleboard was tested for density, moisture content, water absorption, modulus of rupture, compression strength parallel to the surface and internal bond.
Penampilan Kayu Kelapa (Cocos nucifera Linn) Bagian Dalam yang Dimampatkan Performance of Densified Inner-Part of Coconut Wood (Cocos nucifera Linn)
Isna Yuniar Wardhani, Surjono Surjokusumo, Yusuf Sudo Hadi dan Naresworo Nugroho
Abstract
The inner-part of coconut wood has low to medium density, which have not been utilized yet optimally as construction material. The purpose of this study was to improve the properties of inner-part of coconut wood by densification, such as it can be considered as a substitute of wood. Pre-treatments were steaming (a1) and boiling (a2) at 120°C for 15 minutes, and pressing temperature were 150°C (b1) and 175°C (b2). Deformation target were 10% (c1), 20% (c2) and 30% (c3) from the initial thickness. The results indicated that the treatments did not affect to some of the densified wood properties. The appearance of panel’s surface was smooth and shine, but darker than that of solid. The increasing of density was 4.43 ~ 27.21% with strain recovery of 0.17 ~ 0.52 after soaking in water for 24 hours at room temperature.